Related Information on Sufi Scholars

Syaikh Abu Al Fadhl Ahmad bin Manshur Qartham (Palestina)

Syaikh Abu Al Fadhl Ahmad bin Manshur Qartham adalah seorang ulama sufi Modern yang lahir di Lebanon pada tahun 1960. Pendidikannya ditempuh dengan mendatangi halaqah demi halaqah di Tunisia, Maroko, dan Arab Saudi. Kesungguhannya dalam belajar ilmu keislaman mengantarkan dirinya menjadi seorang ulama yang disegani, hingga dijuluki Khadimul Ilmisy Syarif. Syaikh Qartham kini menjabat sebagai ketua pusat kajian keislaman “Wahah Ahlul Bait” di Palestina dan tanpa henti mensyiarkan islam melalui karya-karyanya antara lain Al Aqidah Al Bahiyyah (Tauhid), Raskhul Ghamamah fi Ma’rifatil Imamah (Fiqh Siyasah), Ad Duror An Naqiyyah bi Mushtalahatis Saadatis Sufiyah, dan lain-lain

Dr. Riyadh Hasan Bazou (Lebanon)

Syaikh Riyadh Hasan Bazou dilahirkan di Beirut, Lebanon pada tahun 1965. Doktor Syari’ah dan Hukum lulusan Universitas Internasional Amerika di London ini kini menjabat sebagai wakil ketua Persatuan Ulama Tasawuf Dunia sekaligus Ketua dewan fatwa islam Lebanon yang juga berhasil mendirikan organisasi Ar Rabithah Ash Shufiyyah yang mewadahi jam’iyyah-jam’iyyah dzikir dan shalawat di Lebanon. Beliau termasuk salah satu ulama sufi yang produktif, dibuktikan dengan partisipasinya di berbagai konferensi internasional seperti Konferensi Tasawwuf Internasional di Lebanon, Konferensi Internasional “Lembaga Pendukung Kemerdekaan Al Quds dan Palestina”, konferensi da’i Internasional di Yaman, dan konferensi da’i Internasional di India. Beberapa karyanya di bidang keislaman berkontribusi hingga saat ini sebagai bahan rujukan para pelajar muslim, antara lain Manhaju Tafsiril Qur’anil Karim dan Al Mukhtashar fi “ilmi Mushtalahil Hadist.

Syaikh Muhammad Adnan Al Afyouni (Syiria)

Syaikh Muhammad Al Afyouni dilahirkan di Damaskus, Syiria pada 1954. Beliau menyelesaikan program magisternya di Universitas Omdurman Syiria. Syaikh Al Afyouni adalah seorang ulama yang aktif berdakwah di berbagai negara untuk membawa misi perdamaian dunia, termasuk baru-baru ini mengunjungi Indonesia dengan misi yang sama. Kini menjabat sebagai ketua dewan rekonsiliasi nasional Syiria sekaligus Mufti agung Damaskus. Selain itu Syaikh Al Afyouni juga dipercaya untuk memimpin lembaga kajian Syaikh Kuftaro, Syiria.

Syaikh DR. Khalid Sana – Burikna Faso

Salah satu Da’i terkemuka di Burikna Faso, sebuah negara di Afrika Barat yang terkurung daratan. Negara ini berbatasan dengan Mali di sebelah utara; Togo dan Ghana di selatan; Niger di timur, Benin di tenggara; dan Pantai Gading di barat daya. Syaikh DR. Khalid Sana atau yang tertulis Dr Cheikh Halidou Sana adalah ketua al-Jam’iyyah al-Khairiyyah di kota Rahmatullah, Direktur Islamic Center Ouagadougou, dan Wakil tertinggi Thariqah Tijaniyyah di Afrika Barat. Menyelesaikan doktoralnya yang kedua di Istanbul, Turki.

Syaikh ‘Aun Mu’in al-Qaddumi

Guru Besar Tasawuf dan Dirasat Islamiyyah di Universitas Aljazair. Namanya tak asing lagi dalam cakrawala tasawuf dan gerakan-gerakan sufi kontemporer. Ia begitu tegas melawan segala bentuk aliran yang menyimpang dan akan merongrong islam. Ia adalah pakar internasional di bidang tasawuf. Mampu memadukan ajaran tasawuf klasik dengan ilmu-ilmu modern secara ilmiah. Dalam studinya ia mampu memadukan antara filsafat dan tasawuf, sehingga pada 2017 ia mendapat penghargaan sebagai tokoh terbaik Aljazair dari Universitas Kolombia Amerika.

Ia tak pernah absen menghadiri semua pembahasan tentang Mahawir Silsilah al-Durus al-Muhammadiyyah di Zawiya Balqaidiyah Oran. Sering kali menjadi pembicara dalam seminar-seminar internasional dan beberapa Konferensi Sufi di berbagai negara di dunia. Dilihat dari penelitian dan studi akademisnya tentang ilmu tasawuf, ia telah menerbitkan kurang lebih 30 buku. Di antaranya, kamus dan 5 jilid Ensiklopedia tentang Aliran-aliran Thariqah Sufiyah.

Salah satu keunikannya ialah mampu memadukan ilmu pengetahuan dan laku sebuah ajaran, moderat dan toleran, berpegang teguh pada al-ashalah (akar ajaran) disertai keterbukaan bersama pihak lain.

Syaikh Abubakar Ahmad – India

Seorang Mufti Aam India yang memiliki peran besar dalam menyebarkan ajaran Barelwi di semenanjung Kerala. Sekretaris Jenderal Jam’iyyah al-Ulama’ al-Hindi serta Perintis sekaligus Rektor Universitas Markazu Saqafathi Sunniyya di Kelara, India. sangat tegas melawan gerakan-gerakan salafi yang akan merongrong agama Islam dan orang-orang yang berdoa kepada selain Allah.

Tidak sedikit kitab karangan yang lahir dari tangannya, baik dalam bahasa setempat maupun dalam bahasa Arab. tema-tema yang ditulis meliputi ajaran-ajaran islam secara umum, fiqh, tasawuf dsb.

Ia adalah sosok yang mempunyai banyak peran dan khidmah dalam hidupnya. Baik di India maupun di dunia internasional. Beberapakali menghadiri konferensi international dan menjadi pembicara dengan berbagai tema keislaman seperti di Mesir,Amerika,India, Kolombia, Malaysia, dan Afrika.

Syaikh Prof. Dr. Muhammad Bin Braykah al-Hasani – AlJazair

Guru Besar Tasawuf dan Dirasat Islamiyyah di Universitas Aljazair. Namanya tak asing lagi dalam cakrawala tasawuf dan gerakan-gerakan sufi kontemporer. Ia begitu tegas melawan segala bentuk aliran yang menyimpang dan akan merongrong islam. Ia adalah pakar internasional di bidang tasawuf. Mampu memadukan ajaran tasawuf klasik dengan ilmu-ilmu modern secara ilmiah. Dalam studinya ia mampu memadukan antara filsafat dan tasawuf, sehingga pada 2017 ia mendapat penghargaan sebagai tokoh terbaik Aljazair dari Universitas Kolombia Amerika.

Ia tak pernah absen menghadiri semua pembahasan tentang Mahawir Silsilah al-Durus al-Muhammadiyyah di Zawiya Balqaidiyah Oran. Sering kali menjadi pembicara dalam seminar-seminar internasional dan beberapa Konferensi Sufi di berbagai negara di dunia. Dilihat dari penelitian dan studi akademisnya tentang ilmu tasawuf, ia telah menerbitkan kurang lebih 30 buku. Di antaranya, kamus dan 5 jilid Ensiklopedia tentang Aliran-aliran Thariqah Sufiyah.

Salah satu keunikannya ialah mampu memadukan ilmu pengetahuan dan laku sebuah ajaran, moderat dan toleran, berpegang teguh pada al-ashalah (akar ajaran) disertai keterbukaan bersama pihak lain.